Home » » Aher ke Turki Tingkatkan Kerjasama Jabar-Istambul

Aher ke Turki Tingkatkan Kerjasama Jabar-Istambul

Written By Tumin on Monday, October 28, 2013 | 1:37 AM


Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dijadwalkan memimpin delegasi Provinsi Jabar ke Turki , pada Rabu (23/10/2013) guna memperkuat kerjasama antara Jabar dan Istanbul.

Di Istanbul, Gubernur Jabar dan rombongan akan melakukan pertemuan dengan Gubernur Istanbul dan kalangan dunia bisnis setempat.

"Fokus pertama, bidang ekonomi. Kita akan menjajaki kerjasama baru dan tingkatkan yang selama ini sudah berlangsung. Intinya kita akan tingkatkan kerjasama Jabar-Istanbul, bidang investasi maupun perdagangan, serta sektor lain," kata Heryawan, Selasa (22/10/2013).

Menyinggung sektor pendidikan, Heryawan mengatakan, kerjasama kedua provinsi sudah berlangsung baik. Sekolah Turki sendiri, yakni Pribadi Bilingual Boarding School Bandung, telah lama beroperasi sejak 2002.

"Putra-putri Jabar banyak yang memperoleh beasiswa kuliah di berbagai perguruan tinggi Turki. Capaian yang ada hingga sekarang akan kita tingkatkan. Kita coba jajaki kemungkinan Turki punya perguruan tinggi di Jawa Barat," tutur dia.

Di bidang energi terbarukan atau ramah lingkungan, masih ungkap Gubernur, pihaknya sedang melirik kerjasama pengembangan sumber energi geothermal. Upaya peningkatan kerjasama ekonomi juga bagian implementasi komitmen Kepala Pemerintahan kedua negara.

Bahkan, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono saat berkunjung ke Turki pada medio 2010, membangun komitmen dengan Turki untuk meningkatkan volume perdagangan kedua negara hingga USD 2,24 miliar pada 2015.

Hingga kini, sebanyak 23 jenis komoditas Indonesia yang diekspor para pengusaha dalam negeri ke Turki sebagian besar juga masuk ke Istanbul.

Data di kedutaan Besar Indonesia untuk Turki menunjukkan, sebanyak 23 jenis komoditi masuk ke pasar Turki. Misalnya: mebel jati dan rotan, parket kayu untuk lantai, produk kayu, kelapa sawit, kelapa, produk makanan, daging, minyak nabati/hewan, serat buatan, karet dan produk karet, makanan dari laut (udang, cumi-cumi), alat-alat mesin/listrik dan perangkatnya, filament, mesin mekanik dan perangkatnya, bahan celup, plastik dan produk plastik, produk kayu dan kertas/produk kertas serta produk lainnya.

Heryawan menegaskan, sebagian besar ekspor Indonesia tersebut juga menjadi andalan dunia usaha di Jabar. Sektor ekonomi lain yang tidak kalah potensial, masih papar Heryawan, yakni pariwisata.

Pendapatan asli daerah (PAD) Istanbul sendiri disumbang sektor pariwisata, bahkan berada di urutan papan atas.

"Istanbul sama dengan Jawa Barat. Kedua provinsi ini dianugerahi alam yang sangat indah. Begitu pula kekayaan peninggalan sejarah. Namun mereka telah maksimal mengolah keindahan alam. Kita akan belajar dari Istanbul," tutur Gubernur Heryawan.

Delegasi Jabar yang direncanakan berada di Istanbul, Turki, hingga 30 Oktober 2013, terdiri atas Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPPMD) BKPPMD, Kepala Dinas Pendidikan, serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Selain ini, Gubernur Heryawan juga mengajak beberapa utusan dari dunia usaha Jabar, khususnya kalangan perhotelan.
Dalam kunjungan kerjanya bertemu Gubernur Istanbul dan pengusaha Turki, 23-30 Oktober 2013, juga bakal menjadi pembicara kunci pada Democratic and Economic Youth Summit (DEYS) 2013 yang diselenggarakan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Turki.

DEYS 2013 yang digelar di Istanbul pada 25-28 Oktober 2013 diikuti mahasiswa Indonesia yang tengah menuntut ilmu di berbagai perguruan tinggi di Eropa dan Asia. DEYS 2013 bertema "Reinventing Indonesia through its Non-Natural Resources Potency".

"Benar, saya akan menjadi pembicara dalam pertemuan para mahasiswa Indonesia di luar negeri, yang digagas PPI," ungkap Heryawan kepada wartawan di Kota Bandung, Selasa, 22 Oktober 2013.

Heryawan mengungkapkan, ia akan memaparkan pandangannya seputar kondisi Indonesia sekarang berdasar pengalamannya sebagai politisi dan birokrat yang memimpin Jawa Barat --provinsi berpenduduk terbesar di Indonesia-- hingga periode kedua.

Diutarakan pula, sebagai bagian kaum muda, ia juga akan menyinggung peran generasi pembaharu tersebut bagi Indonesia ke depan. Sejarah telah membuktikan, kata Heryawan lagi, generasi muda selalu menjadi salah satu komponen penentu kemajuan bangsa di manapun.
Selain Heryawan, Fatma Azh-Zahra, mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjadjaran, Bandung, menjadi Duta Indonesia pada DEYS 2013. Fatma menjadi duta atas pemikirannya tentang stretegi optimalisasi pemanfaatan potensi pariwisata Indonesia bagi perekonomian bangsa. (dari berbagai sumber)
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Creating Website | Jun Akatsuki
Copyright © 2013. Tumin | Website - All Rights Reserved

Lambaro Seubun Aceh Besar, 081387645631